We Vape Menolak Penutupan Toko Vape Selama Pandemi Covid-19

News | Jumat, 6 November 2020

Awal minggu ini ada dua badan perdagangan yang berbasis di Inggris berbicara menentang langkah pemerintah untuk membatasi akses ke produk nikotin alternatif. Baik Asosiasi Industri Vaping Inggris dan Asosiasi Perdagangan Vape Inggris Independen, meminta kebijakan pemerintah Inggris untuk mempertimbangkan kembali tindakan tersebut mengingat bahwa vaping setidaknya 95 persen lebih aman daripada merokok dan mereka berharap dapat mencapai status bebas rokok pada tahun 2030.

We Vape, sebuah organisasi konsumen yang berkampanye atas nama vapers di Inggris merasa tidak senang dengan label toko vape sebagai gerai ritel non-esensial. We Vape mengungkapkan bahwa ada setidaknya 5.800 perokok yang akan terus merokok, jika pemerintah menutup akses mereka berdagang selama pembatasan covid-19.

Tercatat ada 70.000 perokok berhenti setiap tahun. We Vape mengutip sebuah studi oleh para peneliti UCL dan dipimpin oleh Dr Emma Beard. Dari hasil penelitian tersebut ada 50.598 perokok antara 2006 dan 2017. Mereka menyimpulkan bahwa pada 2017, vaping membantu antara 50.700 dan 69.930 perokok berhenti, yang mungkin akan tetap merokok jika bukan karena bantuan rokok elektrik. Artinya selama penutupan November, 5.800 orang tidak boleh berhenti karena toko vape ditutup.

Fotografierende
Vaping hampir dua kali lebih efektif daripada terapi NRT dalam membantu orang berhenti merokok.

New Nicotine Alliance (NNA), badan amal pengurangan bahaya tembakau terkemuka di Inggris, tengah mengkaji permohonan tersebut. Menurutnya penutupan toko vape tidak boleh dipertimbangkan. Saat ini penting bagi kita semua untuk mematuhi kebijakan pemerintah, tetapi NNA berharap toko vape akan dikecualikan, karena alasan kesehatan masyarakat.

(Via We Vape & Independent British Vape Trade Association)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *