Selama Tsunami Covid-19 di India, Banyak Wanita Memilih Menjadi Pelinting Rokok Bidi

News | Selasa, 11 Mei 2021

Advokat buruh ingin meningkatkan gaji dan kondisi kerja pelinting rokok bidi India. Bidi sering kali digunakan oleh wanita di India sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan, tetapi mereka dibayar dengan upah rendah yakni INR 100 (Rp 19.000) per 1.000 batang rokok bidi.

Menurut aktivis, mereka juga menghadapi bahaya kesehatan karena menghirup bahan kimia yang digunakan dalam bidi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti sakit punggung, kemandulan, dan kebutaan. Anak-anak pelinting rokok bidi juga sering jatuh sakit saat duduk bersama ibunya saat bekerja, menghirup bahan kimia berbahaya tersebut.

Youth Ki Awaaz
Pekerja Bidi di India berhak atas subsidi negara sebesar INR 20.000 (Rp 3,8 juta), tetapi banyak wanita tidak menyadari manfaat ini.

Selama lockdown terkait tsunami Covid-19 di India, banyak gadis beralih menjadi pelinting rokok bidi. Namun, hal ini dapat berubah jika pemerintah terus melakukan skema untuk meningkatkan taraf hidup perempuan muda, menurut Niharul Islam, seorang aktivis dan penyair lokal.

“Di bawah skema ‘Kanyashree Prakalpa’, anak perempuan menerima beasiswa tahunan dan satu kali dana hibah sebesar INR 25.000 (Rp 4,8 juta). Hal ini akan memotivasi banyak orang tua untuk mempertahankan anak perempuan mereka di sekolah dan tidak mendorong mereka ke dalam profesi yang berbahaya sebagai pelinting rokok bidi,” kata Niharul.

(Via DW)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *