Riset RSUP Persahabatan : Vape Juga Bisa Bikin Kecanduan Seperti Rokok

News | Selasa, 31 Mei 2022

Ilustrasi Vaping (Sumber foto : www.pexels.com)

Vapemagz – Ketua Kelompok kerja bidang rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Feni Fitriani Taufik menilai, vape dan rokok konvesional sama-sama mempunyai sifat adiksi yang membuat penggunanya menjadi kecanduan. Meskipun, vape┬ádianggap dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin berhenti merokok konvensional.

Hal tersebut didapatinya berdasarkan hasil riset dan survei dari Rumah Sakit Umum Persahabatan, Jakarta Timur. Menurutnya, hal ini lantaran vape mempunyai kandungan nikotin yang tergolong tinggi, sama halnya seperti rokok konvenisional.

“Survei dari RSUP Persahabatan, 76 persen pengguna rokok elektronik juga mengalami adiksi. Itu wajar karena masih ada nikotinnya,” kata dr. Feni dalam webinar Hari Tanpa Tembakau bersama PDPI, Selasa (31/5/2022).

Pasalnya, akibat kandungan nikotin di dalam rokok konvensional dan vape, pengguna akan merasa kecanduan untuk terus mengonsumsinya. Sehingga tidak mengherankan bila pengguna vape juga terus bertambah.

Dokter Feni menjelaskan, dampak adiktif yang timbul tidak hanya menyebabkan penggunanya ingin terus mengonsumsi, tapi juga meningkatkan jumlah nikotinnya.

“Artinya, jumlah bahan-bahan berbahaya yang harusnya tidak masuk ke dalam tubuh itu juga makin meningkat. Tentu makin besar risiko berbahayanya, akan semakin lama terpajan risiko terhadap penyakit juga akan semakin besar,” tuturnya.

Selain itu, survei tersebut juga meneliti kadar kontinen dalam urine. Hasilnya, metabolisme nikotin di dalam tubuh pengguna rokok elektronik jumlahnya mencapai lebih dari 200.

Dari penelitian tersebut, Dokter Feni menyimpulkan bahwa kadar tersebut sama dengan orang yang mengonsumsi rokok konvensional sebanyak 5 batang.

“Artinya tetap kadar nikotin itu tinggi di dalam tubuh. Nikotin itu hanya salah satu yang bisa terdeteksi, mungkin kalau kita punya sarananya, metabolisme yang berbahaya bagi tubuh juga akan ditemukan,” pungkas dokter spesialis paru tersebut.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *