Philip Morris: Kami Tidak Memohon Pengampunan

By Vapemagz | News | Kamis, 11 Oktober 2018

Para perusahaan tembakau dan pemangku kepentingan di industri tembakau telah bertemu dalam Konferensi Perjanjian Tembakau Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) di Jenewa, Swiss, 8-10 Oktober lalu. Salah satu pelaku industri yang turut hadir adalah raksasa perusahaan tembakau, Philip Morris International (PMI).

Selain membahas terkait perjanjian mengeliminasi perdagangan produk ilegal, ada satu misi lain yang sedang diemban PMI dalam konferensi itu. PMI sedang berupaya memperkuat pesan bahwa perusahaan tengah melangkah ke bisnis produk pengurangan bahaya melalui produk heat not burn (HNB) handalannya, IQOS.

Moira Gilchrist, Wakil Presiden Philip Morris International, mengatakan perusahaan sedang mempromosikan kebijakan baru transparansi bisnis kepada para delegasi di pertemuan tersebut.

‚ÄúSiapa pun yang tertarik dengan alternatif produk rokok yang dapat ditawarkan kepada jutaan perokok di dunia diundang ke sini untuk melihat pengetahuan yang kita miliki. Alasan mengapa kita berada di sini hari ini adalah mendorong para pembuat kebijakan untuk tidak memperlakukan setiap produk tembakau sebagai produk yang sama,” ujarnya.

Romain Etienne/New York Times
Layar yang mempresentasikan pengembangan produk heat not burn Philip Morris, IQOS.

Seperti yang diketahui, selama ini PMI terkenal dengan produk rokok handalannya, Marlboro. Gilchrist mengakui banyak pihak yang curiga terkait dengan perubahan sikap PMI yang justru terbuka dengan produk non rokok.

“Kami tidak memohon pengampunan. Kami tidak meminta orang untuk mempercayai kami. Kami meminta orang-orang untuk mereplikasi sains temuan kami, untuk meninjau ilmu kami dan sampai pada kesimpulan mereka sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, CEO PMI, Andre Calantzopoulus mengatakan bahwa dirinya membayangkan masa depan dimana Philip Morris tidak lagi menjual rokok konvensional. “Ya, kami akan berada di masa depan itu. Lebih cepat, lebih baik,” ujarnya.

IQOS memanaskan daun tembakau dan menghasilkan aerosol yang mana PMI yakini lebih kurang berbahaya ketimbang rokok konvensional. Perusahaan sedang meminta persetujuan FDA untuk menjual produk tersebut di pasar Amerika Serikat. PMI menyadari hal tersebut tidak akan mudah, apalagi FDA baru-baru ini tengah menyatakan “perang” terhadap produk vape maupun HNB.

“Dengar, akan sangat mudah untuk mengatakan ‘Philip Morris, anda tidak dapat dipercaya hari ini karena kemarin anda tidak dapat dipercayai’ dan seterusnya. Tapi kami berpikir setiap perokok kelak akan beralih dari rokok. Dunia sedang berubah,” ujarnya.

(Via NY Times)

Comments

Comments are closed.