Parlemen Filipina Sahkan Kenaikan Cukai Rokok dan Vape

By Vapemagz | News | Sabtu, 15 Juni 2019

Parlemen Filipina akhirnya menyetujui proposal kenaikan cukai atas produk-produk tembakau dalam RUU Peningkatan Cukai Produk Tembakau dengan suara mutlak. Ini menjadi kali ke-8 cukai tembakau naik sejak 2012.

Dengan RUU itu, cukai rokok akan menjadi PHP 45 (sekitar Rp 12.500, dengan asumsi nilai tukar PHP 1 = Rp 276) per bungkus pada 1 Januari 2020, PHP 50 per bungkus pada Januari 2021; PHP 55 per bungkus pada Januari 2022 dan PHP 60 per bungkus pada 1 Januari 2023. Kenaikan ini akan diikuti kenaikan pajak tahunan sebesar 5 persen mulai 1 Januari 2024.

Presiden Senat Vicente Sotto mengetok palu sidang rapat Senat pada Selasa (4/7/2019), yang menandai persetujuan RUU itu, disaksikan Sekretaris Keuangan Carlos Dominguez, Sekretaris Kabinet Karlo Nograles dan pejabat lain dari Malacanang dan Departemen Keuangan.

Senat juga memperluas cakupan cukai itu untuk produk tembakau yang dipanaskan dan vape. Pungutannya P10 per 10 ml nikotin cair, PHP 20 untuk 20 ml, PHP 30 untuk 30 ml, PHP 40 untuk 40 ml, PHP 50 untuk 50 ml dan PHP 50 plus PHP 10 untuk setiap tambahan 10 ml di atas 50 ml.

MANILA BULLETIN
World Health Organization

RUU tersebut juga mengamanatkan penempatan peringatan teks dan gambar pada rokok dan vape. Penerimaan cukai itu rencananya digunakan untuk mendanai program jaminan kesehatan semesta (universal health coverage atau UHC) yang membutuhkan PHP 257 miliar tahun ini.

Pemerintah Filipina akan menutup biaya program UHC dari APBN 2019 sebesar PHP 195 miliar. Cukai baru untuk produk tembakau diharapkan berkontribusi setidaknya setengah dari kesenjangan pendanaan PHP 62 miliar.

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) Filipina Gundo Weiler menyambut hangat persetujuan parlemen itu. Sebelumnya, Filipina mencatat rekor penurunan tingkat merokok dari hampir 30 persen pada 2009 menjadi 24 persen pada 2015, tertinggi di Asia.

“Ini kemenangan bagi kesehatan dan ekonomi. Kita tahu bahwa masyarakat yang sehat lebih produktif. Cukai, larangan iklan, pembatasan, pelabelan, itu tindakan yang mengakibatkan penurunan signifikan dalam tingkat merokok,” katanya.

(Via Manila Bulletin)

Comments

Comments are closed.