Pakar Bantah Vape Akibatkan Pembekuan Darah

News | Senin, 13 September 2021

Beberapa waktu belakangan ini pemberitaan di berbagai media dipenuhi dengan cerita yang menakutkan tentang vaping dan pembekuan darah. Awalnya, berita yang memuat tentang keterkaitan antara vaping yang mengakibatkan pembekuan darah itu bermula dari sebuah penelitian yang dipimpin oleh dokter asal  Swedia, Gustaf Lyytinen.

Dia mengklaim bahwa dalam tes yang dilakukannya, dengan  hanya 30 isapan vapeada perubahan jangka pendek langsung dalam darah, detak jantung dan tekanan darah vapers.

“Hasil kami menunjukkan bahwa menggunakan vape yang memiliki dampak yang sama pada tubuh seperti merokok rokok konvensional,” kata Lyytinen seperti dikutip vapeast.com.

Lyytinen mengatakan, dampak  pada pembekuan darah itu akan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

“Bahwa dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat dan menyempit, dan tentu saja menempatkan orang pada risiko serangan jantung dan stroke,” terangnya.

Sementara itu, salah satu peneliti yang juga merupakan Direktur Biostatistik Premier Research, Dr Adam Jacobs menyangkal bahwa vaping dapat membuat darah si penggunanya menjadi beku. Ia menilai, hasil penelitiannya tak melihat hasil klinis apapun dari penggunaan rokok elektrik.

Ilustrasi orang sesak nafas.

“Penting untuk dicatat bahwa para peneliti ini tidak melihat hasil klinis apa pun. Judul utama menunjukkan bahwa pasien entah bagaimana mungkin menderita efek rusak dari pembekuan darah, tetapi bukan itu yang mereka tunjukkan sama sekali,” kata Jacobs.

“Jadi pernyataan dalam siaran pers ‘dengan penggunaan jangka panjang, (vaping) dapat mengakibatkan serangan jantung atau stroke’ sama sekali tidak didukung oleh penelitian.” Sambungnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktur Unit Penelitian Ketergantungan Tembakau Queen Mary University of London (QMUL), Profesor Peter Hajek mengatakan, nikotin sendiri tanpa produk pembakaran dari rokok tak  menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

“Siaran pers dan berita media yang menyatakan bahwa vaping memiliki efek yang sama berbahayanya dengan merokok adalah menyesatkan. Perokok yang beralih menggunakan e-cig secara dramatis mengurangi risiko terhadap kesehatan mereka,” kata Peter.

Sebagai catatan, the UK Stroke Association baru-baru ini mendukung vape sebagai alat untuk berhenti merokok bersama dengan metode lainnya.

“Dan saya sudah lupa berapa kali kita menolak cerita ketakutan serupa tentang vaping dan kesehatan jantung. British Heart Foundation juga mendukung vaping sebagai cara untuk berhenti merokok.” Pungkasnya.

 

(Via vapeast.com)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *