Otoritas Standar Periklanan Inggris Buka Investigasi Pelanggaran Iklan Vape Lewat Instagram

News | Senin, 29 April 2019

Otoritas Standar Periklanan Inggris (The Advertising Standards Authority atau ASA) telah meluncurkan investigasi terkait promosi vaping di Instagram. Hal ini menindaklanjuti temuan sebelumnya oleh media terkemuka Inggris, The Telegraph. ASA mengkonfirmasikan bahwa pihaknya sedang mengkaji tiga iklan vape melalui Instagram yang dianggap telah menampilkan anak muda di bawah umur.

ASA juga sedang menyelidiki apakah rokok elektrik yang terlibat dalam posting promosi diizinkan untuk diiklankan di media sosial. Langkah ini dilakukan sebulan setelah The Telegraph mengungkapkan bahwa iklan kartun produk vape sedang dipromosikan kepada anak-anak usia 13 tahun melalui Instagram. Sekadar informasi, Inggris melarang penjualan produk rokok elektrik untuk anak di bawah usia 18 tahun sejak 2016 lalu.

Penyelidikan The Telegraph juga menemukan bahwa beberapa toko vape tampaknya menggunakan influencer anak muda dengan pengikut Instagram yang besar untuk melakukan posting promosi untuk rokok elektrik dan produk mereka. Promosi ini bukan iklan Instagram resmi, melainkan posting sponsor yang dianggap melanggar peraturan periklanan.

Aturan ASA menyatakan bahwa model yang ditampilkan dalam iklan rokok elektrik tidak boleh atau tidak terlihat di bawah usia 25 tahun. “Kami sekarang telah meluncurkan penyelidikan formal ke masing-masing iklan. Kami akan mempublikasikan temuan kami pada waktu yang akan ditentukan,” kata perwakilan dari ASA.

John Dicey, CEO klinik berhenti merokok Allen Carr’s Easyway memperingatkan bahwa promosi yang menampilkan anak muda dapat memproyeksikan stigma vaping sebagai produk yang seksi, muda dan aspiratif kepada penonton di bawah umur. Dirinya menyamakan metode ini dengan promosi iklan rokok konvensional di era 50-an, 60-an, dan 70-an.

PHE via Telegraph
Laporan dari Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa jumlah anak-anak dan remaja yang mencoba vaping meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

“Anak-anak muda percaya bahwa rokok elektrik tidak terlalu berbahaya atau membuat ketagihan, tetapi mereka selalu terinspirasi untuk naik ke tingkat berikutnya, yakni kecenderungan untuk mencoba barang-barang yang lebih berat, seperti rokok,” ujar Dicey.

Dalam beberapa tahun terakhir, publik Inggris memandang rokok elektrik sebagai alternatif yang kurang berbahaya (less harmful) untuk merokok. Beberapa ahli berpendapat bahwa rokok elektrik harus tersedia dengan resep dokter dan hanya digunakan oleh orang-orang yang mencoba berhenti.

Dalam laporan dari Public Health England (PHE) awal tahun ini, menunjukkan bahwa jumlah anak-anak dan remaja yang mencoba vaping meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Sekitar satu dari enam anak berusia antara 11 dan 18 telah mencoba rokok elektrik, dengan banyak yang menyukai produk beraroma. PHE sendiri adalah lembaga yang sebelumnya menyarankan vaping sebagai terapi untuk para perokok dewasa yang ingin berhenti merokok.

John Dunne, anggota dewan dari Asosiasi Industri Vaping Inggris (UK Vaping Industry Association), mengatakan pihaknya telah bekerja dengan para anggota untuk memastikan mereka mematuhi aturan periklanan. Dunne menyesali temuan The Telegraph yang menemukan beberapa oknum yang sengaja memasarkan produk untuk anak di bawah umur.

“Ini sepenuhnya tidak pantas untuk produk yang mengandung nikotin untuk dipasarkan dengan cara yang mungkin menarik bagi anak-anak. Bisnis vaping yang bertanggung jawab, yang merupakan mayoritas besar industri di Inggris, tidak akan memaafkan perilaku seperti itu,” ujar Dunne.

(Via Telegraph)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *