Menilik Keinginan Inggris untuk Memotong Tingkat Prevalensi Perokok dengan Menjadikan Rokok Elektrik Sebagai Produk Terapi Medis

By Vape Magz | News | Rabu, 24 November 2021

Baru-baru ini Inggris membuat berbagai negara di dunia terkejut. Bagaimana tidak, pemerintah Inggris membuat keputusan yang sangat berani dengan menjadikan rokok elektrik sebagai produk medis yang diresepkan oleh Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS).

Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) menerbitkan panduan terbaru yang memungkinkan produk rokok elektrik diresepkan bagi mereka yang ingin berhenti merokok. Hal ini ditujukan untuk memotong tingkat prevalensi perokok di negara tersebut.

Produsen produk rokok elektrik saat ini dapat melakukan pendekatan dengan MHRA terkait produk mereka, yang akan melalui proses persetujuan peraturan yang sama seperti obat lain yang tersedia di NHS negara tersebut.

Jika produk disetujui, itu berarti Inggris akan menjadi negara pertama di dunia yang meresepkan rokok elektrik yang dilisensikan sebagai produk medis.

Berbeda dengan Inggris, jika ditilik jauh ke negri kangguru, pengguna rokok elektrik harus memerlukan resep dokter untuk mengakses produk rokok elektrik yang mengandung nikotin secara legal. Di mana hal ini sesuai dengan ketetapan undang-undang yang disahkan oleh Therapeutic Goods Administration (TGA) yang mulai berlaku pada 1 Oktober lalu.

Meski begitu, untuk saat ini belum ada produk vaping nikotin yang disetujui di Australian Register of Therapeutic Goods (ARTG).

Ketua Kesehatan Masyarakat di Universitas Edinburgh, Linda Bauld mengatakan hal itu sangat bagus bagi kesehatan masyarakat Australia. Pasalnya, ia lebih condong untuk mendukung seorang perokok untuk berhenti total tanpa embel-embel yang disuguhkan oleh produk vaping.

“Meskipun ada bukti bagus bahwa rokok elektrik yang tersedia sebagai produk konsumen dapat membantu perokok untuk berhenti, kami juga tahu bahwa satu dari tiga perokok di Inggris belum mencoba device ini,” katanya kepada Science Media Center.

Selain itu, Bauld mengatakan bahwa jika sekalipun rokok elektrik dapat membantu seorang perokok untuk berhenti dari kebiasan merokoknya, namun ia menegaskan bahwa masyarakat perlu menimbang ulang soal biaya yang akan dikeluarkan dari sebuah rokok elektrik.

“Merokok tetap menjadi penyebab utama ketidaksetaraan dalam kesehatan yang dapat dicegah sehingga apa pun yang dapat kita lakukan untuk membantu perokok yang kurang mampu khususnya untuk berhenti adalah langkah yang benar,” tutur Bauld.

“Rokok elektrik berlisensi medis harus melewati pemeriksaan keamanan yang lebih ketat,” tambahnya.

Menurut NHS Inggris, rokok elektrik tidak menghasilkan tar atau karbon monoksida, dua zat yang paling berbahaya dalam asap tembakau.

“Rokok elektrik mengandung nikotin dan tidak bebas risiko, tetapi ulasan para ahli dari Inggris dan AS telah menjelaskan bahwa rokok elektrik yang diatur tidak terlalu berbahaya daripada merokok,” kata NHS dalam sebuah pernyataan.

“Uapnya mengandung beberapa bahan kimia yang juga ditemukan dalam asap rokok, tetapi pada tingkat berbahanya jauh lebih rendah.” Lanjutnya.

Sementara itu, profesor emeritus toksikologi di Imperial College London dan ketua Komite Inggris untuk Toksisitas, Alan Boobis mengatakan bahwa menggunakan rokok elektrik yang memenuhi standar konsumen saat ini akan jauh lebih tidak berbahaya daripada merokok.

“Perokok yang mencoba berhenti dapat mencoba vaping, tanpa menunggu produk berlisensi medis dijual sebelum melakukannya. Namun, produk vaping berlisensi harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh regulator obat-obatan, MHRA, dan sebagai imbalannya rokok elektrik akan tersedia bagi dokter untuk meresepkan pasien mereka, yang akan menjadi langkah maju yang penting,” kata Boobis kepada Science Media Center.

Senada dengan Alan, Robert West yang merupakan profesor psikologi kesehatan di Departemen Ilmu Perilaku dan Kesehatan di University College London, mengatakan bahwa rintangan peraturan yang harus diatasi agar suatu produk dilisensikan sangat besar. Sehigga ia tidak yakin bahwa produsen rokok elektrik independen dari industri tembakau akan memiliki sumber daya untuk mengatasinya.

“Perokok sudah bisa mendapatkan rokok elektrik dari beberapa layanan berhenti merokok dan langkah ini dapat memperluas akses ke rokok elektrik,” kata West.

“Ini dapat dengan mudah mengarah pada situasi di mana rokok elektrik milik perusahaan tembakau dengan efektivitas yang terbatas dapat diresepkan, sementara yang jauh lebih baik tidak dapat diresepkan. Dalam pandangan saya, tidak ada penyedia layanan kesehatan yang boleh meresepkan rokok elektrik yang diproduksi oleh perusahaan tembakau,” tambahnya.

Comments

Comments are closed.