Liquid Vape Mengandung Sabu Lebih Mahal

News | Rabu, 18 Januari 2023

Tersangka penjual dan produsen liquid vape mengandung sabu di Jakarta Barat, MRK menjual barang haram itu dengan rasa kopi. Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Alexander mengatakan vape narkoba itu dijual dalam berbagai kemasan 

“Dijual rata-rata Rp 200 ribu sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan, hingga Rp 400 ribu,” ujar Dony saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, belum lama ini.

Tersangka MRK memproduksi sabu liquid untuk vape dengan rasa kopi dalam kemasan 50 mililiter dan 30 mililiter. Kemasannya ada yang berwarna hitam dan bening, label yang ditempelkan pada badan botol bergambar kopi dengan tulisan “Coffee Latte”. MRK disebut baru selesai memproduksi liquid vape tersebut. Dia memasarkan dagangannya di sosial media, namun belum sempat terjual. Bahan baku sabu tersebut berasal dari luar negeri. Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mendeteksi bahan dasar itu berasal dari Iran dan sempat singgah di Hongkong sebelum sampai ke Indonesia.

“Bahan bakunya hanya ada di luar negeri, maka asalnya dari luar negeri,” kata Dony.

Kasus liquid vape mengandung sabu ini terbongkar ketika polisi menggerebek MRK di Jalan Melati Nomor 19, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu, 14 Januari 2023. Dari rumah itu turut disita 366 botol liquid vape ukuran 50 mililiter dan 41 botol liquid ukuran 30 mililiter yang siap beredar, serta sejumlah alat produksi. Polisi masih menelusuri apakah MRK juga berniat menjual dagangannya secara langsung di toko vape. Mengingat saat ini vape sudah beredar luas dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. 

 

Via tempo.co

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *