JUUL Hadirkan Solusi Berhenti Merokok di Indonesia

By Vapemagz | News | Kamis, 11 Juli 2019

JUUL Labs, produsen Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) terkemuka dari Amerika Serikat, meluncuran perangkat JUUL dan JUULpods di Indonesia, pada Rabu (10/7/2019). Ini menandai kelanjutan misi JUUL dalam mewujudkan misinya untuk membantu meningkatkan kualitas hidup satu miliar perokok dewasa di dunia dengan menciptakan produk alternatif dari rokok.

“Kami telah melihat sejumlah kesuksesan dalam mencapai misi tersebut di negara di mana kami beroperasi. Di AS, kami melihat perokok mulai menggunakan Juul sebagai alternatif terhadap rokok konvensional. Kami berharap dengan hadirnya Juul di Indonesia, perokok dewasa di negara ini juga memiliki alternatif yang sama,” kata James Monsees, Pendiri dan Chief Product Officer JUUL Labs.

Dirinya menceritakan, bahwa sejak awal diciptakan, produk ini bertujuan untuk menghentikan kebiasan merokok dengan kandungan nikotin dan tar yang sangat berbahaya itu. Meski JUUL masih memiliki kandungan nikotin, sebagai produk ENDS JUUL tidak menghasilkan tar.

Fery Pradolo/Liputan6.com
James Monsees, Chief Product Officer JUUL Labs.

Misi global JUUL ini sejalan dengan fakta bahwa ada 67 juta perokok dewasa di Indonesia atau sekitar 39 persen dari jumlah populasi dewasa di Indonesia. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok dewasa ketiga terbesar di dunia. Merokok sendiri merupakan salah satu penyebab utama kematian yang berhubungan dengan penyakit yang dapat dicegah.

Laporan World Health Organization (WHO) tahun 2018 mencatat 225.720 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang berhubungan dengan konsumsi rokok, atau sekitar 14,7 persen, dari keseluruhan tingkat mortalitas. Di Indonesia, setiap tahunnya beban ekonomi akibat merokok dapat mencapai Rp600 miliar, termasuk biaya langsung untuk perawatan kesehatan dan biaya tidak langsung yang disebabkan oleh hilangnya produktivitas akibat mortalitas dan morbiditas.

Di negara asalnya, Amerika Serikat, JUUL ialah produk rokok elektrik favorit, yang disebut-sebut menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar rokok elektrik di AS. Meski demikian, mereka mendapat kritik dan tekanan, khususnya dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan AS (US Food and Drug Administration atau FDA), lantaran produknya banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja.

(Via Sindonews)

Comments

Comments are closed.