Jokowi Didesak Untuk Membatalkan Rencana Revisi PP 109/2012 Karena Mengancam Pekerja Industri Tembakau

News | Senin, 7 Juni 2021

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP-RTMM-SPSI) Sudarto meminta agar Presiden Jokowi membatalkan rencana revisi Peraturan Pemerintah 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Menurut Sudarto, langkah yang untuk melakukan revisi sangatlah tidak tepat, apalagi Indonesia sedang mengalami situasi darurat akibat pandemi Covid-19. Dalam salah satu isi revisi tersebut, presiden Jokowi menginginkan adanya peringatan kesehatan menjadi 90 persen dari kemasan rokok dan larangan total iklan serta promosi produk.

Dalam isi PP 109/2012 sebelumnya, sudah tertulis jelas larangan penjualan rokok pada anak di bawah umur dan wanita hamil. Dengan demikian, kuncinya adalah penegakan aturan, bukan revisi.

Bisnis
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP-RTMM-SPSI) Sudarto memberikan penjelasan pada konferensi pers terkait rencana revisi PP 109/2012 di Jakarta.

Efek yang terburuk yang akan terjadi bila revisi PP 109/2012 disahkan adalah PHK masal para pekerja Industri Hasil Tembakau (IHT). Angka pengangguran Indonesia yang sebelumnya 9,7 juta orang akan semakin membludak.

“Saat ini, IHT dan pekerjanya harus berjuang sendiri mempertahankan kelangsungan usaha di tengah himpitan pandemi dan berbagai pemberitaan yang mendiskreditkan IHT. Faktanya sampai hari ini tidak ada sektor industri lain yang mampu menyerap petani tembakau dan pekerja industrinya, terlebih dapat memberikan kompensasi ekonomi yang setidaknya sama dengan IHT,” kata Sudarto ditulis Jumat (4/6).

Sudarto mengatakan, ada intervensi asing yang bertujuan mematikan para pemangku kepentingan IHT, termasuk buruh dan petani tembakau serta cengkih. Intervensi ini dilakukan melalui lembaga swadaya masyarakat. Padahal, mereka tidak memahami keadaan dan kondisi di Indonesia.

(Via Suara)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *