FDA Hanya Izinkan Tiga Jenis Rasa Vape untuk Dijual Secara Umum

By Vapemagz | News | Jumat, 16 November 2018

Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration atau FDA) akan melarang penjualan vape rasa buah dan permen di toko mulai pekan ini. Larangan ini adalah upaya FDA untuk untuk menurunkan lonjakan pengguna vape atau rokok elektronik usia di bawah umur, khususnya remaja.

Larangan ini membuat hanya vape rasa tembakau, mint, dan mentol yang bisa dijual di gerai secara umum. Larangan ini tidak berlaku untuk toko vape atau toko ritel khusus lainnya. FDA juga memperkenalkan persyaratan verifikasi usia yang lebih ketat untuk penjualan online rokok elektrik.

“Vape telah menjadi tren yang muncul di mana-mana dan berbahaya bagi kalangan remaja. Saya tidak akan mentoleransi generasi muda saat ini kecanduan nikotin melalui rokok elektrik. Ini harus diakhiri,” kata Komisaris FDA Scott Gottlieb.

Menurut data federal, penggunaan vape di kalangan remaja telah melonjak lebih dari 75 persen sejak tahun lalu, yang membuat FDA menyebut hal tersebut sebagai wabah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC) menyatakan penjualan perangkat vaping tumbuh dari 2,2 juta pada 2016 menjadi 16,2 juta perangkat tahun lalu.

Scott Olson/Getty Images
Larangan vape beraroma dinilai akan merugikan Juul yang selama ini menghandalkan penjualan produk berperasa.

Larangan ini tentu mengancam Juul Labs, perusahaan berbasis San Francisco yang memproduksi rokok elektrik Juul. Mereka diprediksi mendapat pukulan paling telak, lantaran menjual produk vape berbagai jenis rasa seperti mangga, mint, buah dan krim.

Beberapa analis keuangan menilai larangan ini justru menguntungkan para pemain besar di industri tembakau seperti Altria Group, British American Tobacco, Imperial Brands, dan Japan Tobacco. Sebelumnya, produk-produk mereka yang dijual di bawah merek MarkTen, blu, Vuse dan Logic telah kehilangan pangsa pasar karena Juul lebih diminati selama setahun terakhir.

Analisis Wells Fargo dari data Nielsen menunjukkan penjualan Juul tumbuh dari 13,6 persen pasar rokok elektronik AS pada awal 2017 hingga hampir 75 persen sekarang. Vape sendiri telah menjadi topik hangat di komunitas kesehatan masyarakat AS sepanjang tahun ini.

Pro dan kontra terkait vape terus terjadi. Sebagian melihat adanya peluang untuk memberi alternatif bagi para perokok berat ke produk nikotin yang kurang berbahaya, sedangkan yang lain mewaspadai kecanduan vape di kalangan remaja Amerika Serikat.

(Via Washington Post)

Comments

Comments are closed.