Di Twitter, Orang-orang Ramai Bicarakan Anies Baswedan dan Mike Bloomberg Soal Rokok

News | Senin, 4 Oktober 2021

Salah satu miliader kenamaan dunia, Michael Rubens Bloomberg atau yang dikenal Mike Bloomberg diketahui memang menjadi orang paling gencar dalam memerangi produk tembakau. Mantan Walikota New York, Amerika Serikat itu kini dikabarkan baru saja dikirimkan sebuah surat oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Surat yang ditulis Anies Baswedan kepada Founder Bloomberg Philanthropies itu tengah ramai diperbincangkan di media sosial, Twitter baru-baru ini. Anies dituding ‘minta jatah’ untuk kampanye antirokok, hingga dihubungkannya surat itu dengan Pemilu 2024.

“Kenapa sih pada nyerang Anies Baswedan? Ya karena belio minta jatah ke Bloomberg Initiative buat kampanye antirokok,” bunyi cuitan akun Twitter @rokok_indonesia.

Akun Twitter itu membuat utas membahas masalah rokok. Salah satu poin cuitannya mengkritik kebijakan penutupan display rokok. Langkah itu dianggap mendiskreditkan masyarakarat Indonesia yang merokok, serta kretek yang masih berstatus sebagai produk legal dan kultural.

Surat Anies kepada Bloomberg tak hanya diunggah oleh akun Twitter @rokok_indonesia. Akun lain seperti @boleh_merokok, @KomunitasKretek, @__AnakKolong, @salahsambungya juga terlihat mengunggah surat itu. Begitu juga dengan akun Twitter milik eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Dedek Prayudi alias Uki.

Dalam surat yang beredar di media sosial, Anies mengucapkan selamat kepada Michael yang diangkat sebagai WHO Global Ambassador for Noncommunicable Diseases and Injuries. Anies juga mengucapkan terima kasih kepada Blommberg Philanthropies yang berperan membuat Jakarta tergabung dalam Kemitraan Kota Sehat bersama 54 kota lainnya pada tahun 2017.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyatakan bahwa berkat dukungan dari Bloomberg, Jakarta sudah 100 persen bebas dari iklan rokok di billboard, dan akan menghapus iklan rokok indoor. Surat tersebut terlihat diteken Anies Baswesan pada 4 Juli 2019.

Utas dari @rokok_indonesia tentang surat Anies Baswedan itu mendapat banyak respons dari netizen. Namun menariknya, ada salah satu akun yang silang pendapat dengan akun @rokok_indonesia, yakni Ismail Fahmi atau @ismailfahmi, yang merupakan dari pendiri Drone Emprit sekaligus Pakar Algoritma Media Sosial,.

“Pertama baca thread @rokok_indonesia saya kira ini untuk dukung kebijakan ABW. Lanjutannya ternyata untuk nyerang Anies. Argumennya ndak masuk akal saya sih. Kl cari duit buat 2024, ya harusnya dukung rokok. Kebalik. Thanks Min, sy jd tercerahkan parahnya rokok di Ind.,” tulis Ismail Fahmi.

“Ndak masuk akal saya. Kalau mau menang 2024, harusnya baik2 sama industri rokok, dan jangan melawan calon pemilih yg sy kira banyak dr kalangan perokok, dan bantu rakyat yg kerja di industri rokok. Ini kebijakan bunuh diri politik, demi kesehatan anak cucu kita. Respect,” tambahnya.

“Sama-sama, mas Fahmi. Harusnya kampanye antirokok itu sekalian melarang rokok biar clear kalau bicara kesehatan. Kalau hanya ditutup, dikendalikan, Cuma berbasis kepentingan saja,” balas @rokok_indonesia.

Untuk diketahui, berikut ini adalah isi dari surat yang ditulis Anies Baswedan kepada Mike Bloomberg.

Jakarta, 4 Juli 2019

Bapak Bloomberg yang terhormat.

Saya ingin menyampaikan selamat atas pengangkatan kembali anda sebagai Duta Besar WHO untuk Penyakit Tidak Menular dan Cedera.

WHO menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia untuk jumlah perokok. Terdapat sekitar 3 juta perokok aktif di Jakarta dan jumlahnya meningkat 1% setiap harinya. Kita percaya bahwa setiap orang berhak untuk dilindungi dari paparan asap rokok dan untuk memiliki akses ke udara bersih, Jakarta telah menginisiasi berbagai upaya untuk mencegah dan melindungi masyarakatnya dari dampak buruk konsumsi produk tembakau.

Berkat Bloomberg Philanthropies, Jakarta telah bergabung dalam Partnership for Healthy Cities dengan 54 kota lainnya pada tahun 2017 dan berkomitmen untuk menginisiasi program pencegahan penyakit tidak menular. Dengan dukungan dari Bloomberg Philanthropies, Vital Strategies dan Smoke Free-Jakarta, Jakarta 100% bebas reklame tembakau di luar ruangan dan terus berupaya menghapus iklan tembakau dalam ruangan saat ini.

Kami berkomitmen untuk melanjutkan Kemitraan Kota Sehat hingga tahun 2020 dan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap Lingkungan Bebas Rokok (Kawasan Tanpa Rokok) dari tingkat saat ini yaitu 32% untuk ditingkatkan menjadi 90%. Kota ini bertujuan untuk melarang iklan indoor dan outdoor serta pemasangan display tembakau pada saat penjualan produk. Kami sekarang sedang dalam proses menyelesaikan kerangka peraturan dari tujuan yang ditetapkan di atas. Akhir kata, kami percaya bahwa tidak ada program berkelanjutan tanpa kerangka pemantauan dan evaluasi yang kuat. Dengan demikian, kami tugaskan Kepala Kota, Pak Zainal, selaku Kepala Biro Kesejahteraan, agar menyiapkan pemantauan dan Lokakarya evaluasi yang akan mengundang aparat penegak hukum dari agen dari seluruh Kota untuk mengikuti pelatihan dua hari dengan para ahli.

Saya kirimkan harapan terbaik saya untuk anda dan saya berharap dapat berkolaborasi dengan Bloomberg Philanthropies.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *