Apa Sih Vaper’s Tongue Itu dan Seperti Apa Cara Mengatasinya

News | Selasa, 12 Oktober 2021

Para pembaca Vapemagz Indonesia mungkin sudah ada yang tahu apa itu Vaper’s Tongue. Jika belum kami akan memabahas apa sih maksud dari kata tersebut. Vaper’s Tongue merupakan suatu kondisi di mana tanpa diduga seorang vapers kehilangan kemampuan indera pengecapnya untuk mencicipi rasa jus vape.

Fenomena ini sebenarnya merupakan hal yang umum di dunia vaping, karena kebanyakan vapers akan mengalaminya dari waktu ke waktu. Lidah vapers biasanya bertahan selama beberapa jam hingga berhari-hari, namun ada beberapa vapers yang mengklaim kemampuan perasanya dapat bertahan hingga dua minggu penuh.

Bertahun-tahun yang lalu, vaper’s tongue menjadi hal yang umum karena banyak vapers memperhatikan bahwa lidah mereka tiba-tiba terasa seperti mengembangkan lapisan tebal yang menghalangi kemampuan untuk merasakan jus vape. Tapi tenang, vaper’s tongue tidak akan mengganggu penyerapan nikotin ataupun produksi uap yang dihasilkan.

Mengapa Anda tidak mendapatkan rasa dari vape Anda?

Kita memiliki 2.000 hingga 8.000 perasa di mulut kita dan untungnya mereka beregenerasi setiap sepuluh hari sekali. Indera perasa kamu, yang disebut gustatory sense membutuhkan air liur untuk menjaga indera pengecap agar bekerja dengan baik.

Vaping terkadang dapat menyebabkan mulut kering karena membutuhkan begitu banyak aktifitas pernapasan mulut (menghirup vape), yang dapat mengeringkan air liur. Ketika kita tidak memiliki cukup air liur, kemampuan untuk merasa hampir tidak ada.

Ilustrasi vaper’s tongue (Foto: VAPES / Flickr)

Intensitas yang berlebih adalah penyebab lain di balik lidah vape yang mengakibatkan kamu tidak bisa mencicipi e jus kamu. Seperti yang dibuktikan oleh eksperimen sains sekolah dasar, yang menyatakan semakin lama terpapar suatu aroma, maka indera penciuman kehilangan persepsinya terhadap aroma tersebut.

Indera penciuman, yang disebut olfactory sense dan indera perasa bekerja sama untuk menciptakan persepsi rasa yang dikecap. Hal ini merupakan fakta yang umum diketahui bahwa aroma menyumbang hingga 70 persen dari rasa yang dirasakan.

Alasan terakhir mengapa beberapa orang berpikir mereka mengalami vaper’s tongue adalah karena merokok, atau baru saja berhenti merokok. Hal tersebut berkaitan juga dengan penelitian yang menunjukkan bahwa masalah pengecapan bisa disebabkan oleh merokok. Jika kamu baru saja berhenti merokok atau jika kamu masih merokok, kemampuan untuk merasakan e jus tentu akan terhambat.

Setelah kita tahu gambaran dari penyebab vaper’s tongue, lantas bagaimana solusinya? Nah berikut ini ada 9 cara untuk melewati vaper’s tongue, seperti apa saja? Yuk disimak tulisannya sampai habis.

  1. Minum lebih banyak air

Menjaga kondisi agar tidak dehidrasi tidak hanya penting untuk kesehatan, tetapi juga dapat membantu kamu mendapatkan rasa terbaik dari vape itu sendiri. Perbanyak untuk mengkonsumsi air, terutama jika kamu sering melakukan vaping.

  1. Kurangi kafein dan alkohol

Minuman yang mengandung kafein atau alkohol dapat mulai mengeringkan mulut kamu, dan mereka diklasifikasikan sebagai diuretik yang berarti membuat kamu lebih sering buang air kecil. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, yang tentu akan menyebabkan vaper’s tongue. Jika kamu sedang mengalami mulut kering, disarankan untuk membatasi konsumsi kedua minuman ini.

  1. Gunakan produk hidrasi oral

Biotene (dan produk serupa) adalah alat bantu kebersihan mulut yang dapat menyembuhkan mulut kering untuk sementara. Produk-produk ini tersedia dalam berbagai bentuk termasuk obat kumur, semprotan, pasta gigi, dan gel semalaman. Tidak seperti produk pembersih dan kesegaran mulut lainnya, Biotene tidak mengandung alkohol. Menariknya, bahan dalam Biotene termasuk PG dan VG, sama seperti e-liquid.

  1. Bersihkan lidah

Menjaga lidah kamu tetap bersih adalah cara lain untuk memastikan kamu mendapatkan rasa yang optimal dari vape. Soo, jangan lupa untuk menyikat lidah kamu ya vapers.

  1. Berhenti merokok

Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk kesehatan kamu adalah berhenti merokok. Hal ini juga akan bermanfaat bagi kemampuan kamu untuk mencicipi. Jika kamu baru saja berhenti merokok, mungkin perlu beberapa saat agar selera muncul kembali. Jadi, Jangan berhenti untuk mencoba berhenti!!

  1. Istirahat lebih lama di antara vape

Nikotin yang lebih tinggi tentu akan memuaskan kamu untuk waktu yang lebih lama tanpa perlu menghirupnya lagi. Jika kamu tidak tertarik untuk meningkatkan nikotin, maka disarankan untuk istirahat lebih lama. Hal itu dikarenakan berguna untuk mengistirahatkan indera perasa kamu.

  1. Ganti jus

Jika kamu selalu menggunakan vaping dengan rasa yang sama, pada akhirnya rasa tersebut akan menjadi kurang semarak dari rasa aslinya. Indera penciuman hanya bisa menyetel satu aroma pada waktu yang begitu lama. Jika kamu ingin mengubah sedikit rasa vape yang biasa kamu hisap, maka jadikan hal ini sebagai kesempatan untuk bereksperimen dengan rasa yang biasanya tidak kamu rasakan. Idealnya kamu ingin mencoba menggunakan rasa dalam kategori yang sama sekali berbeda. Misalnya, cobalah rasa kopi atau tembakau jika kamu terbiasa dengan rasa buah atau permen, ataupun sebaliknya.

  1. Cobalah rasa mentol atau dingin

Bahkan jika kamu tidak menyukai rasa mentol, mungkin hal itu yang kamu butuhkan saat ini. Menthol sebenarnya tidak membutuhkan bau atau rasa untuk dirasakan. Menthol mengaktifkan termoreseptor, itulah sebabnya kamu dapat merasakannya di mata ataupun kulit kamu. Vape mentol dapat membantu kamu mengatur ulang indera perasa dan memberi perubahan pada rasa yang biasanya kamu gunakan.

  1. Vape tanpa rasa

Vape tanpa rasa adalah cara cerdas lain untuk mengatasi vaper’s tongue. Vape tanpa rasa tidak memiliki banyak pilihan rasa sama sekali dan hanya sedikit rasa manis.Vape tanpa rasa biasanya tak banyak dijual oleh toko-toko vape pada umunya. Namun, jika kamu beruntung mendapatkannya maka biasanya hal itu jauh lebih murah daripada jus vape beraroma.

Apa yang harus dilakukan jika vaper’s tongue tetap ada

Jika kamu masih mengalami vaper’s tongue, dan kamu sudah mencoba semua metode di atas, mungkin ada hal lain yang perlu dilakukan.

Sekitar 70 persen orang Amerika Serikat saat ini menggunakan obat dengan resep medis untuk mengatasi mulut kering. Maka tak ada salahnya jika kamu konsultasikan dengan dokter atau dokter gigi jika kamu memiliki masalah atau gangguan pada mulut.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *