Ahli Medis Enggan Merekomendasikan Rokok Elektrik Untuk Pasien Kanker

News | Kamis, 8 November 2018

Sejumlah penelitian terus mengembangkan manfaat rokok elektrik meskipun tidak sepenuhnya bebas resiko, rokok elektrik secara signifikan lebih aman daripada rokok biasa. Awal tahun ini Public Health England (PHE), merilis temuan dari tinjauan rokok elektrik yang dilakukan oleh para ahli tembakau independen terkemuka, dan memperbarui laporan organisasi vaping tahun 2015.

Laporan yang baru dirilis ini mencakup data yang terkait dengan tingkat vaping di kalangan orang dewasa dan remaja, sikap publik terhadap rokok elektrik, dampak pada upaya berhenti merokok, tingkat resiko rokok elektrik dan juga ulasan tentang produk Heat not Burn (HnB). Ini juga memperkuat temuan bahwa vaping membawa sebagian kecil dari risiko merokok, pada angka lima persen tepatnya.

Sayangnya meskipun semua ini merupakan sebuah penelitian yang diberikan oleh Dr. Jo Brett, seorang peneliti senior di fakultas ilmu kesehatan di Universitas Oxford Brookes Inggris. Faktanya sejumlah ahli kesehatan masih enggan merekomendasikan alat ini kepada pasien kanker yang masih merokok.

unsplash.com
Penelitian yang dipresentasikan pada NCRI Cancer Conference 2018, mengindikasikan bahwa 29 persen ahli kesehatan tidak merekomendasikan rokok elektrik untuk pasien kanker yang merokok.

Para peneliti mensurvei 506 ahli kesehatan di Inggris, termasuk 103 dokter umum, 102 ahli onkologi, 100 ahli bedah kanker, 103 perawat dan 99 spesialis perawat kanker. Sebanyak 29 persen mengatakan bahwa mereka tidak akan merekomendasikan rokok elektrik, dengan lebih dari setengah dari mereka mengatakan tidak memiliki cukup informasi tentang perangkat tersebut dan seperempat mengklaim bahwa mereka tidak tahu apakah perangkat itu sebenarnya lebih berbahaya daripada rokok.

“Memberi pasien pesan yang jelas dapat mengurangi bahaya dengan beralih dari merokok ke rokok elektrik serta membantu mereka mengurangi atau berhenti merokok tembakau. Ini bisa membantu pasien mengurangi resiko kanker kembali kambuh, kanker primer kedua atau komplikasi lainnya, ”tambah Brett.

(Via Medical Press)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *