Vaping Tingkatkan Kemungkinan Non-Perokok untuk Merokok Sebesar Tiga Kali Lipat

Lifestyle | Kamis, 8 Oktober 2020

Menggunakan rokok elektrik (vaping) melipatgandakan kemungkinan non-perokok untuk mulai merokok (konvensional) mengambil rokok biasa. Hal ini diungkapkan oleh penelitian yang dilakuan oleh Australian National University, untuk meninjau dampak vaping terhadap kesehatan masyarakat.

Para peneliti yang dipimpin oleh Pusat Nasional untuk Epidemiologi dan Kesehatan Populasi memeriksa 25 studi penelitian tentang penggunaan rokok elektrik dan serapan merokok dari seluruh dunia. Mereka menemukan rokok elektrik adalah pintu gerbang untuk merokok, terutama di kalangan anak muda.

“Tinjauan ini menemukan bukti yang konsisten bahwa penggunaan rokok elektrik (sebagian besar mengandung nikotin) dikaitkan dengan peningkatan risiko inisiasi merokok yang mudah terbakar. Hal ini setelah memperhitungkan faktor risiko demografis, psikososial dan perilaku yang diketahui,” ulasan tersebut menyimpulkan.

Ulasan Ini adalah tinjauan pertama yang meneliti hubungan antara penggunaan rokok elektrik dan penggunaan rokok di seluruh populasi, termasuk remaja, dewasa dan mantan perokok. Peneliti utama, Profesor Emily Banks mengatakan rata-rata non-perokok tiga kali lebih mungkin untuk merokok jika mereka menggunakan rokok elektrik.

Adapun sebanyak 97 persen remaja berusia 14 hingga 17 tahun tidak pernah merokok. Untuk itu Banks menilai sangat penting untuk melindungi kaum muda agar tidak mengembangkan kebiasaan tersebut.

AP
Ilustrasi vaping.

“Kita tidak ingin membahayakan posisi Australia yang sangat kuat dalam mengontrol penggunaan tembakau, dengan memperkenalkan produk yang dapat meningkatkan kemungkinan pengguna untuk merokok. Ini akan memunculkan kebiasaan yang sangat mematikan,” ucap Banks.

Saat ini terdapat sekitar 2,3 juta perokok di Australia. Merokok masih menjadi penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah di Australia.

Banks mengatakan hanya ada sedikit bukti bahwa rokok elektrik dapat membantu orang berhenti merokok. Bahkan Mantan perokok yang menggunakan rokok elektrik ternyata dua kali lebih mungkin untuk “kambuh” merokok lagi.

“Kebanyakan orang yang berhasil berhenti merokok tidak pernah menggunakan produk seperti patch atau obat untuk melakukannya. Mereka melakukannya sendiri, misalnya dengan melakukan cold turkey,” kata Banks.

“Peninjauan kami menemukan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa rokok elektrik efektif untuk membantu berhenti merokok dibandingkan dengan pendekatan lain. Bukti ini juga menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik cenderung mengarah pada penggunaan nikotin yang berkepanjangan, daripada menghentikan kebiasaan itu sepenuhnya.”

(Via The Guardian)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *