Tingkat Kepatuhan dan Kesadaran Protokol Kesehatan Vape Store-Vapers Sudah Tinggi

Lifestyle | Selasa, 15 September 2020

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto mengatakan tingkat kepatuhan dan kesadaran vape store serta pengguna rokok elektrik (vapers) sejauh ini sudah tinggi. Selama masa pandemi COVID-19 ini, APVI belum menerima laporan adanya vape store yang menjadi kluster baru penyebaran virus korona (coronavirus).

“Sejauh ini baik vape store maupun para customer sudah disiplin dan memiliki kesadaran akan protokol kesehatan. Dibeberapa vape store ada yang benar-benar mematuhi, seperti menggunakan partisi plastik sebagai pembatas antara pengunjung dan penjual, serta pembatasan jumlah pengunjung,” ucap Aryo saat diwawancarai Vapemagz Indonesia, Senin (14/9/2020).

“Selama sekitar enam bulan masa pandemi ini, belum ada sama sekali pemberitaan maupun laporan bahwa vape store menjadi kluster baru penyebaran virus. Oleh karena itu kita berharap baik vapers maupun vape store untuk terus disiplin protokol kesehatan. Jangan sampai ada keteledoran yang akhirnya merusak dan merugikan kita semua,” tambah Aryo.

APVI menilai adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memang memukul industri vape secara keseluruhan. Walau begitu, APVI terus mendukung langkah pemerintah untuk memutus memutus rantai dan menurunkan angka penyebaran virus korona.

“Dari ekonomi nasional saja sudah terpukul akibat adanya pandemi dan pemberlakuan PSBB ini. Berkaca pada awal masa pandemi, omset dari vape store, produsen dan distributor terpukul lebih dari 70 persen,” ucap Aryo.

Ditambahkan Aryo, setelah terjadi pelonggaran PSBB sebenarnya industri vape tanah air sudah mulai bangkit. APVI mencatat pasar mulai stabil baik itu di DKI Jakarta maupun berbagai daerah lainnya yang mulai semangat untuk mengembalikan keadaan seperti waktu normal lagi.

Terkait keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali memberlakukan PSBB total, Aryo menyebut saat ini vape store masih diizinkan untuk beroperasi. Pasalnya industri vape masuk dalam sektor kebutuhan sehari-hari, yang menjadi salah satu dari 11 sektor yang masih diizinkan beroperasi selama PSBB total jilid II.

“Banyak vape store yang konfirmasi memang tetap buka, tapi dengan protokol yang ketat. Vape store tidak diizinkan menjadi tempat perkumpulan para vapers selama pemberlakuan PSBB total,” ucap Aryo.

APVI sudah memberikan arahan kepada seluruh anggotanya untuk mengikuti instruksi dari pemerintah DKI terkait protokol kesehatan. Dengan begitu diharapkan penyebaran COVID-19 tidak semakin meluas dan kesehatan masyarakat tetap terlindungi.

APVI juga mendorong para pelaku usaha untuk melakukan inovasi dalam menghadapi masa PSBB ini. Seperti dengan mengadakan promo belanja online dan pesan antar, serta vape store yang melayani Drive Through.

“Ada caranya industri ini bisa menghadapi pandemi dan mematuhi aturan PSBB. Mari kita vaping dengan etika dan sikap yang benar. Kita tentu berharap periode sulit ini segera berlalu sehingga bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala,” imbuhnya.

(Thomas Rizal/Vapemagz Indonesia)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *