Terapi Vaping Sukses Pulihkan Kondisi Paru-Paru Pengidap COPD

Lifestyle | Jumat, 31 Agustus 2018

Penyakit paru-paru obstruktif kronik atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD) dianggap menjadi salah satu penyakit kronik yang kerap diderita oleh para perokok. The British Lung Foundation mendefinisikan COPD sebagai kondisi paru-paru yang mengalami penyempitan yang membuat udara kosong sulit keluar dari paru-paru. Kondisi ini terjadi pada penyakit Bronkitis dan Emfisema.

Sebuah penelitian yang dipimpin Ricardo Polosa dari University of Catania menunjukkan bahwa vaping bisa menjadi terapi yang ampuh menormalkan kembali kondisi paru-paru para pengidap COPD. Setelah mempelajari 44 pasien pengidap COPD yang menjalani terapi vaping selama tiga tahun, parameter respirator penderita COPD menunjukkan kondisi membaik dalam jangka panjang.

“Berhenti merokok adalah strategi kunci untuk menghentikan kerusakan paru-paru. Berkat vaping, para pasien menunjukkan pengurangan jumlah konsumsi rokok yang signifikan, yang membuat kondisi paru-paru mereka secara jangka panjang menunjukkan pemulihan,” ujar Polosa.

Ricardo Polosa/University of Catania/planetofthevapes.co.uk
Penjelasan kondisi paru-paru terkait penyakit COPD

Setengah dari grup pasien merupakan para perokok yang beralih ke vaping atau yang mengurangi jumlah rokok melalui penggunaan ganda (vaping dan rokok). Setengahnya lagi merupakan perokok yang memang bukan vapers sejak proyek ini dimulai.

Setelah tiga tahun, para peneliti menemukan bahwa vaping secara signifikan berhasil mengurangi konsumsi rokok. Dari awalnya 21,9 batang rokok per hari menjadi hanya 2 batang per hari. Penggunaan rokok elektrik juga tidak mengakibatkan infeksi dan kerusakan akibat COPD memburuk.

Sebaliknya, para pasien menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan dan fisik secara konsisten. Bahkan, dari 44 pasien itu, hanya dua pasien yang masih merokok setelah tiga tahun, sementara sisanya berhenti merokok secara total dan beralih ke vaping.

“Sementara sampel penelitian memang relatif kecil, hasil dari penelitian ini bisa menjadi bukti awal untuk penelitian berikutnya terkait manfaat vape. Penggunaan jangka panjang dari rokok elektrik juga bisa berdampak substansi untuk kesehatan para pasien COPD,” ujar Polosa.

(via Planet of the Vapes)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *