Mutasi Gen Menunjukkan Kenapa Perokok Susah Untuk Berhenti

Lifestyle | Kamis, 11 Oktober 2018

Sebuah penelitian yang baru dilakukan oleh para ilmuwan asal Perancis menunjukkan bahwa beberapa perokok yang berusaha untuk berhenti mengalami keinginan untuk kembali merokok. Hal ini, karena dipengaruhi oleh mutasi gen yang mempengaruhi salah satu reseptor di otak yang bereaksi terhadap zat nikotin.

Nicotinic acetylcholine receptors (aAChRs) merupakan protein yang merespon neurotransmitter acetylcholine. Mereka juga mengikat beberapa zat obat termasuk nikotin. Ketika itu terjadi, reseptor mengaktifkan sistem yang berada di otak, melepaskan dopamin, lalu menciptakan sensasi yang membuat pengguna nikotin menginginkan lebih banyak obat. Setiap reseptor terdiri dari lima subunit yang bertindak secara bersama-sama.

bettertennessee.com
Mutasi gen mempengaruhi perokok sulit berhenti.

Menurut studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, mutasi pada gen CHRNA5 yang mempengaruhi salah satu subunit nicotinic receptor (subunit α5) berkorelasi dengan peningkatan risiko ketergantungan nikotin yang signifikan. Menurut para penulis, mutasi terjadi di sekitar 35 persen pada orang Eropa hingga 50 persen pada orang di Timur Tengah.

Para peneliti mencoba menanamkan mutasi gen pada tikus, dan membandingkan efeknya pada perilaku yang terkait dengan penggunaan dan ketergantungan nikotin. Mereka menemukan bahwa mutasi menghasilkan konsumsi nikotin yang lebih tinggi dalam dosis yang lebih tinggi. Mutasi itu juga menyebabkan peningkatan perilaku “menginginkan nikotin” setelah perokok berhenti. Hal ini yang menjelaskan mengapa masih banyak perokok yang ingin kembali merokok saat awal proses berhenti.

(Via Nature)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *