BAT Sedang Kembangkan Vaksin Coronavirus dari Tembakau

Lifestyle | Minggu, 5 April 2020

Perusahaan tembakau British American Tobacco (BAT) melalui anak perusahaan yang bergerak dalam bidang bioteknologi, Kentucky BioProcessing (KBP) mengembangkan potensi vaksin untuk virus korona (coronavirus atau COVID-19) dari tanaman tembakau yang saat ini sedang dalam pengujian praklinis.

Menurut keterangan resmi dari BAT Global apabila pengujian tersebut berjalan dengan baik, vaksin tersebut akan siap diproduksi sekitar 1 hingga 3 juta dosis setiap minggu mulai pada Juni. Untuk itu BAT berharap dukungan dari mitra yang tepat serta dari lembaga-lembaga pemerintah.

Vaksin yang sedang dalam pengembangan tersebut menggunakan hak milik dari BAT yang memanfaatkan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh. Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknologi produksi vaksin konvensional.

BAT mengklaim teknologi yang digunakannya juga lebih aman karena tanaman tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Untuk menghasilkan vaksin potensial KBP mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19 dan menyuntikkannya ke dalam tanaman yang mengembangkan antigen potensial.

Antigen ini merupakan suatu zat yang menginduksi respons kekebalan dalam tubuh dan diperlukan untuk melawan virus. Pengembangan itu sekarang sedang diuji pada tikus. BAT mengklaim metode tersebut lebih cepat karena elemen-elemen dari vaksin terakumulasi dalam tanaman tembakau jauh lebih cepat yakni sekitar enam pekan ketimbang metode-metode konvensional bisa beberapa bulan.

BAT Press Office
BAT mengklaim tembakau bisa menjadi vaksin yang aman dan cepat untuk menyembuhkan penderita COVID-19.

Formulasi vaksin yang sedang dikembangkan oleh KBP tetap stabil pada suhu kamar tidak seperti pada vaksin konvensional yang seringkali harus memerlukan pendinginan dalam lemari es. Teknologi tersebut memiliki potensi untuk memberikan respons imun yang efektif hanya dengan satu dosis tunggal.

“Pengembangan vaksin adalah pekerjaan yang menantang dan kompleks. Namun kami percaya bahwa kami telah membuat gebrakan yang besar dengan platform teknologi tanaman tembakau kami,” ujar Direktur Riset Ilmiah BAT Dr David O‚ÄôReilly.

Dia menambahkan pihaknya selalu siap untuk bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk membantu peperangan melawan COVID-19. BAT telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan AS (US Food and Drug Administration atau FDA) dan Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris serta Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA) di AS.

“KBP telah mengeksplorasi penggunaan alternatif dari tanaman tembakau selama beberapa waktu. Salah satu penggunaan alternatif tersebut adalah pengembangan vaksin nabati. Kami berkomitmen untuk berkontribusi pada upaya global untuk menghentikan penyebaran COVID-19 menggunakan teknologi ini,” tutup David.

(Via BAT)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *