Tariza Ariezky Seorang Influencer dan Entrepreneur Vape Muda

Interviews | Sabtu, 13 Maret 2021

Jumlah vape influencer di Indonesia mungkin sudah sangat banyak. Namun Tariza Ariezky bisa dikatakan beda dari yang lain. Wanita berparas cantik asal Bogor, Jawa Barat ini juga ternyata seorang entrepreneur muda yang mengusung usaha vape store miliknya sendiri, yaitu Bogor Vape Corner. Yuk, kita berkenalan dengan pengusaha muda yang akrab dipanggil “Icha” ini!

Kapan Icha pertama kali kenal dengan vape?

Sebenarnya, sudah jadi rahasia umum buat yang kenal sama saya kalau saya mulai vaping sejak masih di bangku
SMA. Berbeda dari apa yang dikatakan orang, saya tidak pernah merokok sama sekalidan mungkin bisa dikatakan saya benci dengan perokok. Ayah saya dulu merokok dan saya tidak terlalu suka dekat-dekat dengan ayah saya karena itu. Namun sejak ayah saya beralih ke vape, saya sendiri menjadi tidak segan lagi dekat dengan ayah saya. Dari situlah, saya menjadi penasaran dengan vape.

Saya mulai mencari tahu mengenai vape, mulai dari cara kerja device, kandungan liquid dan lain sebagainya. Namun apa yang membuat saya tertarik dengan vape waktu itu adalah produksi uap vape yang terlihat seperti awan. Walaupun awalnya saya cukup terganggu, tapi lama kelamaan justru saya tidak masalah karena tidak seperti rokok, uap vape itu wangi. Akhirnya, saya pun menjadi tertarik mencoba untuk diri sendiri, secara diam-diam tentunya dari ayah saya. Walaupun pada akhirnya diketahui oleh  ayah saya dan saya sempat dilarang karena belum dewasa pada saat itu. Tapi kini justru ayah saya bersyukur karena saya tidak merokok dan memilih untuk nge-vape.

Fotografi By Ahmad Baihaqi (Kiki Photography)

Sebagai seorang vape influencer wanita, bagaimana Icha menanggapi pandangan orang lain bahwa wanita yang vaping itu memiliki kesan buruk?

Kalau saya pribadi tidak terlalu peduli dengan pandangan orang lain. Memang seringkali banyak yang berkomentar
buruk mengenai saya sebagai seorang vaper. Tidak jarang yang mengatakan bahwa cewek yang nge-vape itu terkesan bandel, ada juga yang mengatakan bahwa saya tidak ada bedanya dengan perokok karena vape juga sama berbahaya. Namun saya tidak lantas menyalahkan mereka, saya selalu mencoba untuk memberikan edukasi mengenai vape agar mereka dapat lebih mengerti. Walaupun masih tetap saja ada yang berkomentar buruk, saya cenderung tidak mempedulikan mereka dan lebih berfokus dengan mereka yang ingin lebih mengetahui mengenai vape.

Simak perbincangan lengkap kru Vapemagz Indonesia dengan Tariza Ariezky di edisi majalah Vapemagz Indonesia Issue 27, September 2020.

Teks: Reiner Rachmat Ntoma

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *