Dimasz Jeremiah, “Advokat” Vapers Indonesia

By Reiner Rachmat | Interviews | Kamis, 12 Juli 2018

Dimasz Jeremiah, pendiri Ministry of Vape Indonesia, merupakan salah satu pionir dalam memperkenalkan vape di Indonesia. Vapemagz Indonesia sangat beruntung untuk mendapat kesempatan berbincang dengan Mas Dimasz di sela-sela kesibukannya sebagai pengelola vape shop serta advokat vape sebagai solusi alternatif rokok ini.

Kalau boleh tahu, apa yang menginspirasi Anda untuk berkecimpung dalam bisnis retailer produk vape?
Singkat cerita, saya sebelumnya seorang perokok dan diperkenalkan kepada vape oleh teman saya. Di saat yang sama, saya pada waktu itu memang sedang mencari cara untuk berhenti merokok dan saya menemukan cara itu dengan vape. Vape walaupun kandungannya berbeda dengan rokok, tetapi masih memiliki sensasi yang sama. Itulah yang saya rasakan setelah beralih ke vape. Berdasarkan hal tersebut, saya ingin berbagi pengalaman saya itu dengan orang-orang yang memiliki niat seperti saya sebelumnya dengan mendirikian Ministry of Vape Indonesia. saya ingin agar orang lain tahu bahwa mereka memiliki pilihan saat ingin berhenti merokok namun masih belum bisa lepas sepenuhnya, yaitu dengan vaping.

Jadi Ministry of Vape Indonesia tidak berjualan produk vape?
Tujuan utama Ministry of Vape Indonesia adalah sebagai penyampai informasi dan tempat konsultasi bagi para perokok yang ingin berhenti tetapi belum benar-benar dapat berhenti dan sedang mencari alternatif. Tentu, Ministry of Vape Indonesia menjual produk vape, tetapi apabila dikatakan produk di toko kita merupakan paling lengkap, itu tidak benar. Tetapi, kita memiliki segala macam informasi yang butuh diketahui tentang vape kepada orang-orang yang memang sedang mencari informasi tentang vape sebagai solusi alternatif merokok.

Menurut Mas Dimasz sendiri, apakah vape benar-benar bisa dikatakan sebagai cara yang paling efektif untuk berhenti merokok?
Apabila dikatakan sebagai cara yang paling efektif, tidak juga, tetapi dikatakan sebagai solusi transisi untuk berhenti merokok secara bertahap, maka itu benar. Seorang perokok akan kesulitan untuk berhenti merokok secara tiba-tiba, lebih mudah bagi mereka untuk mengurangi apa yang mereka dapatkan dari merokok, yaitu asupan nikotin serta sensasi dari gerakan motorik saat merokok. Tidak perlu dijelaskan bahwa kandungan dalam rokok konvensional dapat berbahaya bagi tubuh seseorang. Namun bukan berarti vape sendiri tidak berbahaya, tentu saja masih berbahaya. Tetapi bahaya tersebut dapat diminimalisir. Satu hal lagi yang menurut saya paling membedakan antara rokok dan vape adalah adanya kandungan tar dalam rokok konvensional. Nikotin tanpa tar, tidak akan langsung berdampak buruk bagi tubuh Anda. Tar yang tercipta karena adanya pembakaran dari tembakau yang terkandung dalam rokok tersebut lah yang membahayakan bagi tubuh seseorang. Dengan vape yang memroses nikotin yang terkandung dalam likuid menjadi uap maka bahaya yang diciptakan oleh tar pun tidak ada.

Bagaimana menurut Anda tanggapan masyarakat Indonesia tentang vape sejauh ini?
Bisa dibilang banyak yang sudah mulai terbuka dan sudah banyak yang tahu mengenai kelebihan vape dibandingkan rokok. Namun anggapan masyarakat secara umum tentang vape masih banyak yang negatif. Mereka masih menganggap bahwa vape tidak ada bedanya dengan merokok. Itulah salah satu niat saya, yaitu mengedukasi masyarakat
tentang vape sebagai solusi alternatif dari merokok yang lebih aman dibandingkan merokok.

Apa menurut Anda yang menjadi kendala?
Kendala terbesar adalah stigma masyarakat sendiri mengenai vape yang sudah terbentuk sebelumnya karena adanya peran pemerintah juga didalamnya. Pemerintah seringkali berkampanye untuk mengurangi bahaya merokok, namun tidak memberikan solusi bagaimana caranya mengurangi secara efektif. Secara garis besar, jika seseorang sudah terbiasa untuk melakukan sesuatu hal dan tiba-tiba saja harus dihilangkan secara langsung pastinya akan sulit. Namun jika kebiasaan tersebut dapat dihilangkan secara perlahan, yaitu dengan cara mengurangi, pastinya akan lebih mudah. Dengan begitu, kebiasaan tersebut juga perlahan akan hilang, ini juga berlaku untuk perokok. Jika seorang perokok dipaksa untuk berhenti secara langsung, pastinya akan sulit. Tetapi apabila perokok tersebut diberikan alternatif sebagai pengganti rokok konvensional, pastinya dia akan memilih alternatif tersebut. Dengan begitu, perlahan si perokok tersebut juga dapat mengurangi kebiasaannya merokok dan pada akhirnya dapat berhenti secara total.

(Marisa Djemat)
Dimasz berpendapat bahwa vape merupakan solusi alternatif terbaik saat ini bagi para perokok yang belum sepenuhnya dapat menghentikan kebiasaan merokok, dengan tujuan terakhir untuk berhenti merokok sepenuhnya.

Di beberapa negara, produk vape sudah memiliki regulasi tersendiri. Apakah menurut Anda Indonesia juga perlu membuat regulasi khusus tentang produk vape?
Jika dikatakan perlu, tentu perlu. Tetapi pertanyaan sebenarnya adalah apakah pemerintah Indonesia sudah benar-benar siap untuk membuat regulasi khusus tentang vape? Jawabannya adalah belum siap. Saat ini, seperti yang saya katakan sebelumnya, vape masih belum dianggap sebagai solusi alternatif untuk berhenti merokok oleh pemerintah Indonesia. Pemikiran tersebut yang harus diubah terlebih dahulu.

Menurut Anda, bagaimana cara yang tepat untuk mengubah pemikiran tersebut?
Cara yang paling efektif sebenarnya adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat terlebih dahulu. Apabila masyarakat sudah bisa menerima keberadaan vape sebagai solusi alternatif, maka pemerintah pun akan dapat melihat bahwa permasalahan ini memiliki tingkat urgensi tinggi. Pada saat itulah, pemerintah pun akan tergugah untuk membuat regulasi khusus mengenai vape.

Di beberapa negara lain, vape dikampanyekan sebagai solusi alternatif yang paling aman terhadap merokok. Apakah kampanye tersebut juga dapat diterapkan di Indonesia?
Memang benar jika dibandingkan dengan merokok, bahaya yang ditimbulkan oleh vape lebih sedikit. Namun bukan berarti lantas membuat vape tidak lebih berbahaya dar rokok. Tentunya, bagi sang vaper, vape masih memiliki potensi bahaya bagi kesehatannya. Tetapi jika dipandang secara lebih luas lagi, paling tidak vape tidak menimbulkan bahaya yang sama terhadap lingkungan si vaper. Pandangan tersebut lah yang sebenarnya harus disebarluaskan. Maka dari itu, menurut saya, apabila Anda seorang perokok dan ingin berhenti merokok namun belum sepenuhnya dapat menghentikan kebiasaan merokok, maka vape merupakan solusi terbaik yang ada saat ini. Selalu ingat bahwa tujuan terakhir Anda adalah untuk berhenti merokok.

OK, kalau begitu apa pesan Anda untuk vapers Indonesia?
Pesan saya cukup simple. Sebagai vapers, kita juga harus mempedulikan lingkungan kita. Jangan hanya menjadi konsumen biasa, namun konsumen  yang pintar dan juga aktif. Pintar dalam hal mengerti bahwa vape bukan hanya sekedar rekreasi, tetapi sebagai solusi alternatif yang lebih menguntungkan dibanding merokok. Aktif dalam hal turut serta mengedukasi masyarakat mengenai vape sebagai solusi alternatif merokok. Bagi mereka yang ingin berkonsultasi atau ingin mengetahui lebih dalam mengenai vape atau ingin turut serta mengedukasi mengenai vape, jangan sungkan untuk mengunjungi Ministry of Vape Indonesia.

Comments

Comments are closed.